Rabu, 27 Februari 2013

Pemkab Bandung Siap Bangun Akademi Komunitas

SOREANG, Inspirasi Bangsa (17/2)–Menyusul ditetapkannya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi (PT), bahwa dalam salah satu pasalnya menyebutkan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta setiap Kabupaten/Kota untuk menyusun proposal persiapan pembangunan Akademi Komunitas (AK).
Terkait hal itu Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan kesiapannya untuk membangun AK bekerjasama dengan Pemerintahan China dan Victoria Australia serta memperoleh dukungan dari Southeast Asian Ministers of Educations Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC).
Kesiapan Pemkab Bandung ini mengemuka saat berlangsungnya Acara Workshop Tindak Lanjut Program Kemitraan Shcool Pathnership Indonesia-China, di Rumah Dinas Bupati Bandung-Soreang.
Tampak hadir Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, Direktur SEAMOLEC, Prof.Dr.Gatot Hari Priwirdjanto, Atase Pendidikan untuk Cina, DR.Chairun Anwar, Perwakilan Pemerintah Victoria Australia, Suprapto, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, H.Yayan Subarana, SH, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab.Bandung, Drs.H.Djuhana, M.M.Pd, sejumlah akademisi Perguruan Tinggi Negeri Intitut Teknologi Bandung (ITB) dan STT Telkom, serta para kepala SMA/SMK se-wilayah Kabupaten Bandung.
Pembangunan AK di Kabupaten Bandung, menurut Dadang Mochamad Naser, bisa memberikan peluang dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat Kabupaten Bandung terutama bagi para siswa SMA/SMK agar bisa melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. “Ketika ada tawaran seperti ini, tentunya Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh terhadap program tersebut”, ucap Dadang Naser. Kesungguhan Bupati Bandung ini, dibuktikan dengan rencananya untuk mengalokasikan anggaran dalam Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) yang ditindak lanjuti oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kab.Bandung, bahwa setiap desa bisa mengirimkan 2 (dua) orang operator perangkat desa untuk diikutsertakan program teknik komputer pada Akademi Komunitas tersebut.
Dadang menilai, majunya sebuah bangsa kuncinya adalah pendidikan. Untuk mewujudkan percepatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Bandung, lanjut Dadang, AK ini bisa menjadi terobosan baru dalam peningkatan mutu pendidikan. “Oleh karenanya Kita akan terus berupaya dan mendorong, agar Akademi Komunitas ini bisa cepat terbangun di Kab.Bandung”, tegasnya pula.
Kepala Bidang SMA/SMK Disdikbud Kabupaten Bandung Dr.Hj.Tita Lestari M.Pd, M.Si menyebutkan bahwa Kabupaten Bandung sudah menyusun proposal persiapan dan dianggap telah mampu memenuhi 20 kriteria yang ditentukan, diantaranya jumlah siswa yang cukup banyak, potensi wilayah yang bagus, banyaknya industri yang bisa diajak kerjasama serta prospek ketenagakerjaan yang cukup kompetitif.
Tita Lestari mengatakan, saat ini Pemkab Bandung belum memiliki kampus terpusat, namun sudah disediakan lahan untuk pembangunan AK khusus untuk program D1 dan D2 ini di seputar Stadion si Jalak Harupat Kutawaringin Soreang. “Untuk sementara ini akan kami sebar dulu di sub-sub kampus pada setiap SMA/SMK yang ada di wilayah Kabupaten Bandung”, beber Tita.
Dalam kesempatan itu Tita juga menjelaskan, bahwa pendidikan vokasional berkelanjutan sebagai permulaan Akademi Komunitas yang telah berjalan di Kabupaten Bandung diantaranya adalah Program Studi Teknik Komputer dan Pertekstilan di SMK Negeri I Katapang, Studi Pertanian di SMK 3 Negeri Baleendah, Studi Peternakan di SMK Negeri 5 Pangalengan, Studi Tata Boga di SMK Negeri 2 Baleendah, Studi Fashion di SMK Negeri 1 Rancaekek serta Program Studi Animasi di SMK Bakti Nusantara 666 Cileunyi. “Sedangkan untuk mengembangkan kompetensi tenaga pendidik, kami sudah berupaya memberikan bantuan berupa sertifikasi profesi bekerjasama dengan salah perguruan tinggi di Australia bagi 20 guru SMK di Kabupaten Bandung”, pungkasnya pula.

Ist
Pemerintah China Tawarkan Program Beasiswa
Secara terpisah, Atase Pendidikan untuk China Chairun Anwar mengatakan bahwa sejumlah direktur Akademi Komunitas di daratan Cina akan berkunjung ke Kabupaten Bandung untuk menawarkan program beasiswa bagi siswa-siswi terbaik SMA/SMK Kabupaten Bandung belajar di sana.
“Mereka sangat mengapresiasi terhadap kesungguhan pemkab Bandung, mulai dari pimpinan daerahnya, lembaga pendidikan serta para kepala sekolahnya yang mendukung penuh pada program ini. Apalagi jika dipandang dari sisi perindustrian, Kabupaten Bandung ini cukup menjanjikan”, papar Chairun. Dikatakan Chairun, di China terdapat sekitar 248 Juta siswa mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai SMA/SMK. Dari jumlah tersebut, 50 Juta siswa diantaranya merupakan mahasiswa dari 3.000 lebih Perguruan Tinggi (PT) yang ada di China. Dan dari 3.000 PT tersebut, 70% merupakan mahasiswa Akademis Komunitas, 30% untuk PT program S1. “Jadi bisa dibayangkan, program ini menurut saya sangat luarbiasa, karena siswa AK lebih banyak dibanding mahasiswa program S1. Dan saya menganggap peningkatan ekonomi rakyat China mayoritas ditentukan oleh para lulusan AK tersebut”, kata Chairun.
Melihat kondisi ini, Chairun ingin Kabupaten Bandung juga bisa seperti itu. “Kami ingin berbagi, ikut memberikan pencerahan pemikiran kepada para pelaku pendidikan di Kabupaten Bandung, karena dengan AK ini bisa mencetak SDM Indonesia yang berkualitas dan tidak tertinggal dari negara-negara lain”, ucapnya pula. (Dud’s)
Sumber : http://inspirasibangsa.com/pemkab-bandung-siap-bangun-akademi-komunitas/