Rabu, 27 Februari 2013

Akan Ada Community College di Indonesia

JAKARTA - Sistem community college di luar negeri memberi pengakuan atas pendidikan tinggi yang ditempuh mahasiswa meski hanya diploma satu (D-1). Sistem ini nantinya juga akan diterapkan di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso memaparkan, penerapan sistem community college di Indonesia dirintis melalui Rancangan Undang-undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) yang tengah dibahas DPR RI. RUU PT di antaranya akan mengatur jalur vokasi sebagai salah satu saluran pendidikan tinggi yang ditempuh masyarakat.

"Saat ini, kebanyakan lulusan pendidikan vokasi, terutama D-1 dan D-2 hanya mendapatkan sertifikat ketika lulus. Nantinya, mereka akan diberikan pengakuan lebih dengan diploma sesuai bidang studi masing-masing, seperti yang diterapkan sistem community college di berbagai negara," kata Djoko kepada okezone di ruang kerjanya, kemarin.

Para lulusan dari community college bisa langsung bekerja, atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Misalnya dari D-1 ke D-2, D-2 ke D-3. Atau bisa juga transfer ke S-1, masuk ke universitas.

"Dengan begitu, ada banyak pintu masuk dan keluar untuk mengakses pendidikan tinggi. Sistem multi entry dan multi exit inilah yang kami coba rintis melalui UU PT," imbuhnya.

Mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menuturkan, selain jalur vokasi, UU PT juga akan mengakomodasi pendidikan berbasis recognition prior learning (RPL). Tipe RPL ini merupakan  pendidikan yang didapat melalui pengakuan terhadap pengalaman pembelajaran seseorang.

"Misalnya, seseorang yang menciptakan ratusan resep itu kan pasti melalui proses pembelajaran. Ini perlu kita akui juga. Vokasi, ada di antara pendidikan sarjana yang mengembangkan keilmuan, dengan RPL yang mengakui pengalaman pembelajaran seseorang," paparnya.  

Djoko mengklaim, saat ini sebenarnya kebutuhan dunia industri terhadap para lulusan vokasi cukup tinggi. Misalnya, pengusaha perkebunan kelapa sawit banyak membutuhkan lulusan D-3 pertanian. Sebab, bagi mereka, pemegang gelar diploma ini sudah siap kerja.

"Ini sesuai dengan karakteristik pendidikan vokasi yang memang menyiapkan keterampilan seseorang dalam bidang khusus. Sedangkan penekanan pendidikan sarjana adalah pada kemampuan akademik seseorang," pungkasnya.(rfa) 
Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/11/24/417/533577/akan-ada-community-college-di-indonesia